Archive for January, 2013

Swasembada Gula 2014 PTPN X SIAP BERKONTRIBUSI


2013
01.22

 

Gula adalah sumber tenaga

Tenaga adalah kebutuhan hidup dan alat mencapai keoptimalan bekerja

Di sinilah peran pabrik gula seperti PTPN X

Berdasarkan data yang diperoleh, ternyata produksi gula terus mengalami penurunan. Padahal kebutuhan terhadap gula akan terus meningkat. Di tahun 2011, produksi gula secara nasional ternyata hanya berkisar antara 1,361 juta ton. Pada tahun 2014 nanti diharapkan swasembada gula secara nasional dapat tercapai. Selain itu, luas perkebunan tebu yang semakin sempit dari tahun ke tahun juga turut mempengaruhi jumlah produksi gula tebu itu sendiri. Menurut data yang diperoleh ternyata penyusutan lahan untuk perkebunan tebu cukup memprihatinkan. Pada tahun 2011, kebun tebu yang tersisa hanya seluas 282.349 hektar.

Oleh karena itu, pemerintah pusat menargetkan produksi gula pada tahun 2014 harus meningkat dan mencapai angka 5,7 juta ton dan akan menambahkan luas area perkebunan tebu hingga mencapai  350.000 hektar. Peningkatan luas lahan pertanaman tebu tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah total gula tebu yang dihasilkan. Hal ini tentunya bertujuan untuk mencapai swasembada gula pada tahun 2014. Di sinilah letak peran penting dari PTPN X dalam menyukseskan target pemerintah tersebut. Strateginya adalah dengan lebih meningkatkan produktivitas tebu pada lokasi perkebunan tebu PTPN X. Namun hal ini tentu tidak mudah, perlu adanya peningkatan kinerja baik secara mekanis maupun karyawan. Selain peranannya dalam meningkatkan produksi gula nasional, yang tak kalah penting adalah perekrutan tenaga kerja yang cukup banyak, sehingga mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. Pengangguran di Indonesia sendiri cukup tinggi, pada Mei 2012, menurut hasil survei, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,61 juta orang. Secara tidak langsung penurunan jumlah pengangguran juga akan relatif mengurangi jumlah tindak kejahatan, kerusuhan, dan lain-lain. Hal ini mengingat bahwa salah satu masalah penyebab terjadinya kerusuhan-kerusuhan dan kejahatan itu adalah  banyaknya pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.

Peranan ini tentunya juga merupakan tantangan sekaligus peluang yang besar bagi pengembangan perusahaan. Perusahaan mendapatkan job yang lebih besar lagi, karena harus meningkatkan produksi tebu sebanyak itu. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan teknologi baru dalam hal pengefisienan produksi tebu. Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai cara penghasilan varietas tebu yang lebih berkualitas, tahan terhadap penyakit dan peningkatan kesuburan tanahnya. Sehingga peningkatan produksi akan dapat dicapai secara optimal.

Kalau saja PTPN X mampu menerapkan hal-hal seperti di atas, maka tentunya perusahaan ini akan dapat memberikan sumbangsih bagi perwujudan swasembada gula pada tahun 2014 mendatang. Peluang-peluang tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Semakin tersedianya pasar, meningkatnya permintaan. Kebutuhan akan tebu terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Oleh karena itu, permintaan juga akan meningkat, dengan demikian, pasar dari produk tebu sendiri akan ikut meluas.
  2. Semakin meningkatnya keuntungan secara finansial dari pabrik-pabrik gula termasuk PTPN X. Permintaan terus meningkat, produksi terus terjual habis, bahkan underdemand. Hal ini tentu meningkatkan pendapatan secara finansial bagi PTPN X.

Sementara tantangan-tantangan yang harus dihadapi juga dapat diuraikan sebagai berikut, antara lain:

  1. Meningkatnya permintaan pasar terhadap gula atau tebu akan mengakibatkan perusahaan harus berusaha lebih keras dalam meningkatkan produksi tebu.
  2. Perusahaan harus lebih mampu bersaing dengan perusahaan lain, baik dalam negeri maupun luar negeri, karena tentunya semua perusahaan memiliki strategi masing-masing dalam memenangkan pasar.
  3. Perusahaan dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas dari gula tebu itu sendiri. Mungkin dapat dilakukan dengan merekrut para ahli agronomi dan ilmu tanah dalam merekayasa tanaman tebu tersebut dan merekayasa tanah tempat tanamnya agar menghasilkan produk yang maksimal dan berkualitas.
  4. Hal lain yang perlu dikendalikan adalah kestabilan harga gula tebu. Kestabilan harga gula tebu sangat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran yang terjadi. Jika permintaan terlalu tinggi, sedangkan jumlah produk yang ditawarkan sedikit maka dengan jelas harga juga akan melambung. namun kita harus ingat bahwa PTPN X juga memainkan peran penting ini, yaitu dengan cara mengatur jumlah output yang dihasilkan sehingga harga gula tebu menjadi lebih stabil. Di sini ditekankan bahwa perusahaan tidak boleh hanya memikirkan sisi keuntungan secara finansial saja, melainkan juga aspek benefit yang tidak hanya dirasakan oleh perusahaan saja, melainkan juga oleh masyarakat.

Dalam menjalankan suatu misi seperti itu, maka bukan hanya aspek jalannya pekerjaan yang diperhatikan, tetapi juga manajemen dari para karyawan yang bekerja. Suatu perusahaan tidak akan mampu menjalankan misi yang telah disebutkan tadi jika karyawannya sendiri masih belum mampu bekerja dengan baik. Oleh karena itu, perlu penyeleksian yang lebih baik dalam memilih karyawan ketika open recruitment dan manajemen pengembangan sumberdaya manusia. Hanya pekerja yang layak bekerja dan bersungguh-sungguh dalam bekerjalah yang harus ada di perusahaan. Bukan orang sembarangan yang diletakkan di bagian HRD, haruslah orang-orang yang benar-benar tegas dalam menjalankan pembagian tugas, mengenal karakter karyawan, dan mampu mengatur kinerja karyawan. Masih banyak orang dengan kualitas yang lebih baik menunggu di luar pintu lowongan pekerjaan yang terlanjur tertutup.

AYO PTPN X…. tunjukkan aksimu untuk swasembada gula 2014

 

 

Wisata Sejarah Pabrik Gula. Why Not? PTPN X layak menjadi salah satu opsi untuk Anda


2013
01.22

Jika selama ini pabrik gula hanya dijadikan sebagai tempat untuk memproduksi gula, maka saat ini kita harus mulai berpikir untuk dapat mengambil sisi positif lain yang dapat kita peroleh dari sebuah pabrik gula ini. Wisata merupakan salah satu aspek yang dapat dikembangkan di lokasi ini. Hal itu mengingat bahwa nilai sejarah dari pabrik ini cukup bernilai tinggi. Sejarah merupakan guru kehidupan, itulah kalimat yang sering kita dengar, begitu juga dengan pabrik gula ini. Ia memiliki daya tarik tersendiri bila dijadikan sebagai sebuah lokasi wisata sejarah. Bahkan bukan hanya wisata sejarah saja, kita bisa menjadikannya sebagai objek eduwisata atau wisata pendidikan yang tentunya akan memberikan pengetahuan baru terhadap masyarakat luas mengenai cara perusahaan dalam mengelola perkebunan tebu hingga menghasilkan gula.
Potensi yang ada ini tentu tidak boleh kita sia-siakan. Pariwisata merupakan salah satu sektor utama suatu daerah dalam mendapatkan devisa. Dengan adanya lokasi pariwisata, maka selain akan semakin meningkatkan kesejahteraan perusahaan dan masyarakat, tentunya akan menghibur para pengunjung wisata. Bahkan dampak positif lain juga dapat diperoleh, misalnya akan semakin baiknya pamor dan eksistensi pabrik gula tersebut di mata dunia. Jika selama ini mereka hanya tahu tentang gula tebu yang dihasilkan oleh PTPN X ini, berkembangnya suatu pariwisata sejarah ataupun eduwisata akan membuat PTPN X juga akan dikenal sebagai tempat wisata yang menyenangkan. keberadaan wisata sejarah ini akan meningkatkan luasnya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, karena dengan mudah mereka dapat membuka tempat penginapan bagi para wisatawan sebagai sumber pencaharian mereka, ataupun bekerja sebagai tour guide atau posisi lain yang ada pada manajemen pariwisata sejarah tersebut, tentunya setelah mereka memperoleh pendidikan khusus mengenai wisata ini.
Sekarang yang perlu dipikirkan adalah bagaimana membuat suatu lokasi wisata sejarah yang tentunya menghasilkan benefit yang besar untuk kita semua agar tetap lestari dan ramah lingkungan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan membangun jaringan informasi yang lebih gencar sebagai media promosi. Beberapa metode pemasaran yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan fasilitas internet sebagai sarana penyebaran informasi. Bahkan, ajang-ajang seperti lomba karya tulis yang diadakan oleh PTPN X seperti ini juga cukup banyak membantu dalam penyebarluasan informasi. Hanya saja hal ini tidak cukup, kita tentu perlu menyebarkan berbagai hasil potret dari lokasi pabrik yang akan dijadikan sebagai objek wisata sejarah.
Hanya saja yang perlu diketahui bersama adalah bahwasanya wisata sejarah merupakan wisata yang dalam perkembangan perlu strategi khusus. Wisata sejarah menawarkan situs yang tentunya dinilai berdasarkan waktu lamanya sebuah situs itu ada. Jika kita tidak mampu mempertahankan kondisi situs tersebut, maka dengan mudah nilainya juga akan berkurang. Sehingga, dalam perkembangannya, kita tidak boleh menjadikannya sebagai objek wisata massal. Artinya jumlah pengunjung harus dibatasi berdasarkan daya dukung kawasan tersebut. Hal ini diperlukan agar kita semakin mudah dalam mengendalikan perilaku para pengunjung yang terkadang tak jarang ada pengunjung yang suka melakukan kerusakan terhadap situs-situs yang ada. Dengan demikian, maka keutuhan situs yang ada di lokasi ini akan semakin terjamin dan tentunya akan semakin meningkatkan nilainya seiring waktu yang berjalan. Jumlah pengunjung dibatasi berdasarkan luas area wisata dan jumlah situs sejarah yang dapat dikunjungi.
Selain dipromosikan melalui perlombaan atau event-event tersebut, maka promosi juga dapat dilakukan dengan cara membuat acara open house wisata sejarah tersebut dengan mengundang berbagai orang penting, tak lupa pula jangan sampai luput dari pemberitaan televisi, majalah, dan surat kabar. Hal ini merupakan strategi yang cukup mumpuni jika dapat direalisasikan karena hampir seluruh masyarakat di Indonesia sudah tidak terlepas dari ketiga media tersebut. Ungkapkan seluruh kelebihan yang dimiliki oleh wisata sejarah pabrik gula PTPN X ini dengan baik, buat sepersuasif mungkin dalam publikasinya. Dengan demikian, maka kemungkinan untuk mereka tertarik untuk berkunjung akan semakin besar.
Belum banyak pabrik-pabrik di Indonesia yang dijadikan sebagai objek wisata sejarah. Oleh karena itu, potensi pengembangan wisata sejarah di lokasi PTPN X ini dirasa cukup tinggi dan persaingannya masih sangat rendah. Untuk meningkatkan ketertarikan para wisatawan maka cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menata infrastruktur dan lanskap pabrik gula dan perkebunan tebu menjadi lebih rapi dan indah untuk dipandang. Tentunya jangan sampai menghapus atau merusak situs sejarah yang ingin ditampilkan sebagai andalan. Hal ini akan menjadi suatu nilai tambah bagi kawasan wisata tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa manusia cenderung suka dengan keindahan. Oleh karena itu, untuk membuat orang-orang tertarik maka jangan tampilkan hal yang keindahannya biasa-biasa saja, tapi tampilkanlah hal yang keindahannya luar biasa. Produksi gula dan pariwisata adalah beberapa unggulan bangsa Indonesia dalam menghasilkan devisa, dan saya bangga karena PTPN X menggabungkan keduanya menjadi suatu kesatuan yang akan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perusahaan, dan negara.